Selasa, 16 September 2014

PERJALANAN HIDUPKU


Sejak kecil aku dibesarkan disel-teng aku bersekolah disana sejak SD smpai SMP setiap kesekolah aku mnegendarai sepedahku bersama teman-teman, setiap pulang sekolah aku selalu mengelu kepada mama karena capek mendayung sepeda tapi mama selalu memberiku semangat dan berkata “ semua orang yang mau sukses harus menderIta dulu nak “
 Hidupku terasa bahagia karena disekelilingku adalah orang-orang yang menyayangiku dan selalu memberiku semangat dan dorongan, aku meiliki saudara yang sangat menyayangiku pula.
Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama tiba-tiba papa sakit (asma), papa sangat menderita dan tersiksa, ingin rasanya aku menggantika posisi papa sudah seminggu papa sakit, sudah banyak obat ia minum namun tidak sembuh-sembuh juga yaa allah sembuhkanlah papaku, sejak itu papa tidak bisa lagi bekerja hanya tinggal ditempat tidur dan pada saat itu mama.lah yang menggantikan papa merawat kebun dan mencari makan untuk anak-anaknya.
pada tanggal 1 januari 2008 papa menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan mama pesan terakhir papa yaitu “ jagalah anak-anak dan besarka dia dan saya yakin kamu bisa tanpa saya “ mama pun menagis dan air matanya jatuh kepipi papa dan papa pun menghembuskan nafas terakhirnya yang meninggalkan kami semua , pada waktu itu aku ibarat burung yang kehilangan sebelah sayap, akun melihat mama yang begitu kesedikan sambil menatap raut wajah papa yang tak berdaya, aku sebagai anak satu-satu perempuan dari papa merasa sangat bersalah karena belum sempat memberikan kebahagiaan untuk papa, serasa kebahagiaanku pupus dan hilang sekejab, aku kasian sama mama karena harus menafkasi 4 orang anak yang masih belum bisa mencari nafka sendiri, sejak itu  mama banting tulang demi anak-anaknya dan biaya sekolah kami, setiap kali aku minta  uang saku mata mama berkaca-kaca sambil berkata “sabar nak mama g punya uang sabar nak” kata-kata itu berulang kali aku mendengarnya ketika aku minta uang,
sejak kepergian papa, saya jarang melihat mama tersenyum, kadang saya kasian sama mama, keringatnya bercucuran membasahi pakaiannya tenggorokannya mengering karena panas matahari, tiap kali aku bertanya mama selalu saja menyembunyikannya , mama selslu mencoba tegar walaupunh sebenarnya semua terasa susah dijalaninya..
2 tahunn telah berlalu, aku pun telah lulus sd dan kakak (rahman), juga sudah lulus SMP, waktu itu kakak memutuskan untuk kembali kebone untuk melanjutkan pendidikannya, saat kakak pulang kami hanya tinggal bertiga karena adikku(amir), juga pulang bersama kakak, kini hari-hariku hanya bersama mama dan adikku yaang paling bungsuh (agus),. Sewaktu kakak pulang mama pun memutuskan utnuk pindah membuat rumah disekitar desa yang cukup ramai (La’La), setelah kami pindah disana mama sudah cukup terhibur dan melihat kembali senyum yang biasanya saya liat setiap hari. Setelah kami pindah disalah satu desa yang cukup ramai, aku kesekolah juga sudah semangat karena sudah banyak teman-temanku dan saya tidak perna lagi menegluh. Setelah lulus SD  saya melanjutkan sekolahku disalah satu sekolah yaitu SMPN 3 Bungku Tengah, ya... saya sanagat bahagia karena bisa lanjut sekolah d.SMP.
Tiga tahun kemudia saya pun lulus SMP, dan setelah lulus saya memutuskan untuk sekolah dikampung halamanku (bone), mama pun mendukungku dan mama juga memutuskan untuk kembali ke bonekarena ttidak membiarkanku tinggal di rumah keluarga, dan pada waktu itu mama pun menjual kebun dan juga tanah peninggalan papa, karena tidak ada lagi yang akan merawatnya,


Setiap sejudku aku selalu berdoa agar aku diberi kesuksesan agar bisa membahagiakan mama, 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar