Selasa, 16 September 2014

TATAPAN INDAH


Tatapan indah yang membuatku tenang dan dapat tersenyum..
Tatapan kedua bundar bola mata yang indah, membuatku
Tersipu malu dan bertanya..
“ada apa..???...

Bibir yang mulai bergetar dan mimik yang terlihat tersipu malu
Dan terlontar jawaban yang halus penuh kelembutan..
“bagaimana kabarmu sayang”…
Sore serasa indah dan sejuk saat aku menlihat sorak wajahmu
Yang penuh dengan keceriaan, sedikit aneh namun terlihat tampan
Tatapan ini yang selama ini aku rindukan, oowww mengapa baru saat
Ini kamu hadir dalam pandanganku,,,
tingkah yang aneh membuatku gugup dan tak tahu harus bagaimana
dalam hati sedikit tersirat

“inikah pangeranku yang memiliki kelembutan ???
Sentuhan jemarimu dipipi kananku membuatku semakin salah
Tingkah entah bagaimana harus kukendalikan jantung yang
Berdetak begitu kencang hingga rasanya ingin jatuh dari dadaku

J By : Dhyanti Hardianti

PERJALANAN HIDUPKU


Sejak kecil aku dibesarkan disel-teng aku bersekolah disana sejak SD smpai SMP setiap kesekolah aku mnegendarai sepedahku bersama teman-teman, setiap pulang sekolah aku selalu mengelu kepada mama karena capek mendayung sepeda tapi mama selalu memberiku semangat dan berkata “ semua orang yang mau sukses harus menderIta dulu nak “
 Hidupku terasa bahagia karena disekelilingku adalah orang-orang yang menyayangiku dan selalu memberiku semangat dan dorongan, aku meiliki saudara yang sangat menyayangiku pula.
Namun kebahagiaan itu tidak bertahan lama tiba-tiba papa sakit (asma), papa sangat menderita dan tersiksa, ingin rasanya aku menggantika posisi papa sudah seminggu papa sakit, sudah banyak obat ia minum namun tidak sembuh-sembuh juga yaa allah sembuhkanlah papaku, sejak itu papa tidak bisa lagi bekerja hanya tinggal ditempat tidur dan pada saat itu mama.lah yang menggantikan papa merawat kebun dan mencari makan untuk anak-anaknya.
pada tanggal 1 januari 2008 papa menghembuskan nafas terakhirnya dipangkuan mama pesan terakhir papa yaitu “ jagalah anak-anak dan besarka dia dan saya yakin kamu bisa tanpa saya “ mama pun menagis dan air matanya jatuh kepipi papa dan papa pun menghembuskan nafas terakhirnya yang meninggalkan kami semua , pada waktu itu aku ibarat burung yang kehilangan sebelah sayap, akun melihat mama yang begitu kesedikan sambil menatap raut wajah papa yang tak berdaya, aku sebagai anak satu-satu perempuan dari papa merasa sangat bersalah karena belum sempat memberikan kebahagiaan untuk papa, serasa kebahagiaanku pupus dan hilang sekejab, aku kasian sama mama karena harus menafkasi 4 orang anak yang masih belum bisa mencari nafka sendiri, sejak itu  mama banting tulang demi anak-anaknya dan biaya sekolah kami, setiap kali aku minta  uang saku mata mama berkaca-kaca sambil berkata “sabar nak mama g punya uang sabar nak” kata-kata itu berulang kali aku mendengarnya ketika aku minta uang,
sejak kepergian papa, saya jarang melihat mama tersenyum, kadang saya kasian sama mama, keringatnya bercucuran membasahi pakaiannya tenggorokannya mengering karena panas matahari, tiap kali aku bertanya mama selalu saja menyembunyikannya , mama selslu mencoba tegar walaupunh sebenarnya semua terasa susah dijalaninya..
2 tahunn telah berlalu, aku pun telah lulus sd dan kakak (rahman), juga sudah lulus SMP, waktu itu kakak memutuskan untuk kembali kebone untuk melanjutkan pendidikannya, saat kakak pulang kami hanya tinggal bertiga karena adikku(amir), juga pulang bersama kakak, kini hari-hariku hanya bersama mama dan adikku yaang paling bungsuh (agus),. Sewaktu kakak pulang mama pun memutuskan utnuk pindah membuat rumah disekitar desa yang cukup ramai (La’La), setelah kami pindah disana mama sudah cukup terhibur dan melihat kembali senyum yang biasanya saya liat setiap hari. Setelah kami pindah disalah satu desa yang cukup ramai, aku kesekolah juga sudah semangat karena sudah banyak teman-temanku dan saya tidak perna lagi menegluh. Setelah lulus SD  saya melanjutkan sekolahku disalah satu sekolah yaitu SMPN 3 Bungku Tengah, ya... saya sanagat bahagia karena bisa lanjut sekolah d.SMP.
Tiga tahun kemudia saya pun lulus SMP, dan setelah lulus saya memutuskan untuk sekolah dikampung halamanku (bone), mama pun mendukungku dan mama juga memutuskan untuk kembali ke bonekarena ttidak membiarkanku tinggal di rumah keluarga, dan pada waktu itu mama pun menjual kebun dan juga tanah peninggalan papa, karena tidak ada lagi yang akan merawatnya,


Setiap sejudku aku selalu berdoa agar aku diberi kesuksesan agar bisa membahagiakan mama, 

SUARA YANG TERDENGAR KASAR


Malam ini entah mengapa.. mataku tak mau terpejam,,
Aku pun mengambil handphone dan mencari number hpmu,,
Aku berinisiatif ngobrol denganmu karena mataku yang tak mau terlelap..
Entah mengapa saat petama kamu berbicara terdengar suara yang kasar
Yang tak perna aku dengar sebelumnya,,
Ada apa denganmu,,
Sibukk….??
Lelah…??
Ataukah ingin istrahat…??
Aku lelah,,dan capekk.. haruskah aku terus dan terus
Bertanya kenapa sikapmu kadang membuatku bingung, namun aku tak punya
Salah,,,
Jika aku bertanya kamu aku tahu,,
Kamu hanya akan diam tanpa sepata kata,,
Haruskah aku bagaimana, membiarkanmu terus begini,,,??
Ataukah,,,???
Entahlah…?
Aku pun jadi bingung,,,


SEPENGGL CINTA YANG TERNODA




Inilah kisah kita..
Kisah yang diawali oleh kehadiran orang ketiga ditengah kita
Siang, malam kau berfikir, dengan langkah yang telah kuambil
Otakku terputar, disisi lain aku tak ingin mendua
Disisi lain aku membutuhkan sosok seperti dia.

Aku tak tahu apa mungkin hatikulah yang telah tergoda
Oleh lelaki lain di luar sana, Atau mungkin
Antara kita rasa telah terkikisa sedikit-demi sedikit.

Enyalah….
Kebenaranya hanya kau dan aku yang tahu..
Pertengkaran diantara kita menyimpan rasa sakit
Rasa yang menbuat aku nekat berjalan dijalan orang lain
Aku sadari ini tak benar, namun

Apakah akau egois, jika aku ingin mencari dimana kebahagiaanq…???
Karena kau berfikir, mungkin kehadiran dia
Akan sedikit mengkisis sakit yang telah kau simpan sejak lama
Namun buka berarti aku tak cinta lagi
Kau tetap yang indah, selamnya direluang jiwaku..


Oleh : Dhyanti Hardianti

SAHABAT



Sahabat adalah sosok yang sangat aku rindukan hingga saat ini, adakah teman yang bisa kujadikan sahabat yang mampu membuatku tenang, damai, dan mau mendengar semua keluhanku, mampu menghapus air mataku, dan menghiburku hingga aku tertidur dengan lelap,
Rasanya sangat langkah teman yang bisa dijadikan sahabat, sejak dulu sosok itu hilang entah kemana, aku selalu mencari jejaknya dimana ia berada namun sampai detik ini aku belum mendapatkannya,,,,,
Aku haus,,,,,
Caepkkkk,,,,
Lelah,,,,
Dan hampir putus asa,,,,,
Karena merindukan sosokmu SAHABATKU...... dimana engkau berada saat ini dan mampukan engkau menghadirkan dirimu untukku,
aku rindu,,,,, sangaaaaaat rindu akan kehadiranmu disisiku, apakah Tuhan masih memberikan sedikit waktu untuk kita bersama,
aku ingin,,,, ingiiiiin sekali bersamamu walau hanya sedetik saja, sudah banyak rasa yang kupendam yang ingin kuluapkan,,,,
sudah banyak cerita yang kusimpan untukmu, yang ingin kuceritakan  kelak kita dipertemukan,
Aku ingin kamu mewarnai buku harianku walau itu hanya secoret tinta penah saja. Walau hanya dalam satu ceritaku,
Kita adalah dua sososk yang sama-sama saling mencari dan saling merindukan,
Kita adalah dua sosok yang berbeda namun dapat menyatuh karena rasa cinta diantara kita yang tidak dapat dipungkuri, 
Kelak jika kita bertemu aku ingin mengarungi indahnya dunia ini bersamamu,
Melihat orang-orang disekitar kita menyaksikan kalau hari itu kita adalah mahluk Allah yang paling bahagia karena dus sosok yang dipertemukan yang begitu lama saling mrindukan,,,

Blog : Diaryanthi

Oleh : Putry Naisyah

SAHABAT


Sahabat bukanka kamu yang mengajariki bagaimana cara menikmati hidup yang sebenarnya. Bukankah kamu yang sering mengatakan kalau hidup itu ibarat roda?
Bukankah sebuah hidup itu terus berjalan berjalan tanpa henti, namun aku aku kadang tak bisa melakukan semua itu, aku memiliki rasa, rasa yang bodoh, rasa yang yang mustahil aku simpan, namun aku akui aku tak mudah membangnya, seribu kalipu aku mencoba membuangnya dan belajar menukai apa yang ada sebanyak itupula aku gagal.
Sahabat apakah kamu ingat satu hal itu ? Perasaan cinta itu hanya segumpal perasaan dalam hati, perasaan sedih dan takut akan kehilangan. Tapi, kenapa ketika berbicara masalah cinta, yang berujung sakit hati?
Jawabannya, karena kita sangat mengistimewakan perasaan cinta itu, dan kita dibutahkan pula dengan perasaan yang kita miliki, kita pun selalu berfikir akan memiliki dia, tanpa kita berfikir kalau apa yang kita miliki suatu saat akan pergi.
Disaat gelap dan pebuh kesunyian bukankah saat itu kita ketakutan, mencoba meminta pertolongan namun tak satupun yang dapat menolong kita saat itulah kita belajar untu kuat, berani dan mandiri, begitulah yang namanya sebuah cinta, tak selamanya kita bersama, saling membantu, adakahalahnya kita harus benar-benar merelakan kepergianya.
Bukankah sebuah perasaan kecewa yang perna kamu alami sudah cukup menjadi pelajaran bagimu, tak usah ragu untuk melepaskan sesuatu yang akan melunturkan senyuman manismu, karena tahukah kamu dunia lebih membutuhkan senyummu dibandingkan dia yang tak perna mau tau perasaanmu
Mencobalah tersenyum untuk dunia yang telah engkau bingkai dengan mimpi-mimpimu…


Oke guys…!!! J

oleh : Dhyanti Hardianti

RASAKAN SAKITKU



Aku dan kau pun tahu,, kapan awal keretakan perasaan ini
Buka mata hatimu, pandang semua wanita yang ada dihadapanmu
Tanya dan pastikan pada mereka, sudihkah mereka seperti ini ??
Mereka pasti akan berkata TIDAK…

Dengan jawaban itu apakah kamu masih akan tetap
Bertanya padaku, kenapa dan mengapa aku seperti ini,
Kau pun tahu Sudah terlalu banyak sandiwara antara kita
Sudah terlalu banyak kebohongan yang tercipta,
 serta air mata yang terbuang sia-sia.

Dahulu aku perna bermimpi akan tentangmu
Namun entah mengapa, mimpi itu hilang dalam sekejap
Mengapa……???
Karena sakit yang membuatnya menghilang
Kemana rasa itu…???
Entahlah mungkin kecinta yang lain ataukah hilang selamanya


Oleh : Dhyanti hardianti

Aku Ingin Mencintai Karenamu

Jika aku mulai mencintainya..
Ijinkan aku hanya diam..
Jika aku mulai berangan tentangnya..
Ijinkan aku memendam..

Jika aku mulai berharap banyak akan hidupnya..
IJinkan aku untuk memadamkan..
Rasa ini sungguh bagiku memalukan..
Aku punya apa yang tak ia punya..

Aku rasa apa yang tak ia rasa..
Aku bilang pembodohan dalam cinta..
Dia bilang ini anugerah darimu wahai sang penguasa rasa..
Aku ingin memendamnya dalam jiwa..

Dia ingin mengungkapkan yang tak kuharap ada..
Perbaikilah semuanya dekatkan aku, jika dia bertaqwa..
Dekatkan aku, jika dia mampu membawaku dlm singgasananya..
Singgasananya para mailakat yang kau cinta..

Aku ingin mencintainya karenamu..
ku hanya ingin memilikinya atas izinmu..
Jauhkan dia dariku kalau memang tak pantas untukku..
Tapi ijinkan aku menikmati sendiri ini dalam bisu..

Tanpa ada yang tau, Kecuali Engkau sang maha mengetahui..
Karena cintaku hanya ingin mengharap Ridhomu.. (y)