Jumat, 02 Desember 2016

KISAH KITA




Suatu hari, aku merasa suntuk dengan keadaan rumah yang mneggelisahkan bahkan melelahkan, kutengok ponselku yang berwarna putih, kucek satu per satu wals Androidku tak tahu kenapa, aku tertarik untuk menggubris statusmu sore itu yang berisikan “ hay orang jomblo jangan takut dengan sendiri” kalimat itupn kubalas dengan kata “ akupun seperti itu” waktu semakin berjalan, percakapan itu berlanjut hingga kamu meminta nomor poselku, kedekatan dan kenyamana mulai tumbuh antara kita, siang malam selalu ada komunikasi antara kita meskipun kita sama-sama tahu bahwa kita masing-masing memiliki komitmen untuk kita saling jatuh cinta, 1 bulan berlalu, sikapmu mulai aneh, jarang menghubungiku, satu pagi aku memberanikan diriku menanyakan perubahanmu namun aku tak menemukan sedikit jawabanya, Massegerku sudah seperti surat kabar tapi tak ada satupun yang terbalaskan olehmu, suatu malam seketika ada nomor asing yang menghubungiku beberapa kali namaun tak kugubris kuberanikan diri untuk menghubungi kembali nomor asing itu dan bertanya siapa dia ? kalimat pertama yang keluar dari mulutnya seketika membuat duniaku terasa seketika kiamat “Hello kak.? Saya (R) Tunanganya kak (S), dalam hatiku berkata iyaa ini mimpi, buka kenyataan namun aku mencoba mengendalikan perasaanku saat itu au memohon pada wanita itu untuk mengizinkan aku berbicara padanya sekali saja, namun dia tak mau berbicara padaku entah apa salahku, pada pukul 23.00 dini hari kamu mengirimkan sebuah pesan singkat “ maaf beribu maaf, aku terpaksa melakukanya karena ini pilihan orang tuaku, aku akan mendnegarkan semua saranmu, aku akan rajin makan seperti saranmu, semoga kelak kita dipertemukan kembali” itulah kalimat terakhirmu untukku, mulai saat itu aku memutuskan untuk tidka menghungimu lagi,,
satu bulan berlalu suatu ketika saat aku berada dikantorku, aku melihat deringan poselmu dan itu nomor kamu, 5 menit kita berbincang kamu bertanya padaku mengapa aku sudah berbeda bagaimana tidak jika kamu elah memupuskan harapanku selama ini, saat itu kamu tidak menghungiku lagi, 2 bulan berlalu kamu kembali menghubungiku saat itu komunikasi berlanjut seolah ada harapan kembali seperti dulu, namun aku salah kebahagiaan itu hanya berlaku 1 minggu saja karena lagi-lagi kehadiran wanita lain yang ternayat sudah berlalu selama 4 tahun namun aku tak tahu, wanita itu (W) menghungiku seolah dia ingin berteman padaku semua yang diberitahukan padaku kuberitahu padamu namun kamu seolah tak percaya dan beranggapan bahwa kau hanya ingin memisahkan kalian, kamupun marah dan kembali mengirim pesan singkat padaku “Maaf mungkin lebih baik mulai dari sekarang kita tidak usah komunikasi” aku merima semua hinaanmu disalah satu aku pribadimu karena kau beranggapan bahwa satu hari nanti kamu akan tahu siapa benar dan siapa berbohong, keselisahan itu selalu muncul dan selalau ingin berusaha menjelaskan yang sebenarnya namun sudahlah tak ada gunanya karena bagiku sebuah kebenarana akan tetap terungkap,
dua bulan berlalu satu hari kamu mengirim pesan singkat padaku yang mengatakan bahwa kamu meminta maaf karena tidak mempercayaiku namun takkugubris, ketika aku melihat DP salah satu satu keluargamu dan aku memberanikan diri membalasnya dnegan kalimat “kak sampaikan salamku padanya bahwa aku sudah memaafkannya” diapun membalasnya dan sedikit bercanda keluargamu (I) meminta nomorku sekilas aku berfikir kalau yang meminta itu bukanlah kak (I) melainkan kamu, saat aku melihat Handphoneku aku melihat ada undangan baru di BBMq sekilas kuliat ternyata itu darimu, aku bahagia bercampur cemas takut jika aku mulai mencintaimu kembali dan akan kembali terluka, namun tak mengapa tujuanku hany ingi berteman padamu tak lebih, komunikasi itupun kian berlanjut semua penyesalanmupun terungkap aku bahagia atas semuanya, aku telah membuktikan bahwa aku tak bersalah semua yang perna kulakukan bukanlah sebuah kebohongan, 3 bulan berlanjut kita sama-sama jatuh cinta namun rasa yang sedikit spesial suatu malam 3 Maret 2016 kamu mengungkapkan perasaanmu, aku bahagia, terharu tanpa berfikir panjang aku membalas rasamu, lagi-lagi ujian datang baru 1 hari kita berpacaran wanita yang dimasa lalumu selalu mengaggu kita dia seolah ingin meisahkan kita namun kekuatan cinta mengalahkan semuanya akhirnya kisah kita berlanjut 2 blan berlalu, memasuki 3 bulan kamu mulai berubah 2 minggu aku sedih, bertanya-tanya ada apa dengan dirimu dan kini berubah mana cintamu dulu, mana sayangmu dan mana perhatianmu, 3 hari berturut-turu tanpa ada kabarmu hari ke 4 hari kamu mengirim pesan singkat padaku “maaf maaf mungkin aku tak pantas menerima maafmu aku tak bisa melanjutkan perasaanku karena aku sudah tak memiliki perasaan padamu bahkan sudah kucoba namun perasaanku tak bisa” perasaanku hancur seketika, kalimat kasarku mulai keluar karena aku merasa dimanfaatkan selama ini, aku merasa bahwa kamu hanya mneganggapku pelarian selama ini hanya untuk keluar dari keterpurukanmu kebencianku mulai muncul dibaluti rasa kecewa, tak cukup beberapa hari aku tahu bahwa ada wanita lain, foto itu mulai engkau pajang di BBM pribadimu aku berfikir bahwa karena wanita inilah, aku memberanikan diri untuk meminta kepastian melalui wanita itu (C) bahkan jawabanya bahwa kalian sedang dekat, tapi sudahlah aku mencoba merelakan dan membuang semua harapanku, sejak setelah itu aku memuli cintaku pada 2 pria namun percuma karena aku tak bisa mencntai mereka, satu ketika aku mengintip akun facebook wanita itu dan melihat bahwa dia akan segera menikah sejenak aku berfikir bahwa dia kan menikah dengan wanita ini aku menghungi adikmu untuk memastikan namun ternyata bukanlah kamu, aku membernikan diri menghungimu menanyakan keadaanmu kamu mebalasnya sejak saat itulah komunikasi berlanjut lagi hemmm..
ini kembali seperti semula dengan melalui 3 wanita yang selalu mengalahkanku kita mulai sering berkomunikasi sampai saat ini, seolah bertanda bahwa kita kan segera menikah namun aku mencoba mengalihkan semuanya agar perasaanku tidak berharap apa-apa darimu, dan sampai saat ini hanya ada rasa nyaman yang aku rasakan, aku tak tahu apa akhir dari kisah ini apakah akan wanita lain lagi atau akan berakhir seperti apa, aku hanya berharap akan ada Kebahagiaan diakhir kisah kita takkan ada lagi wanita lain atau perpisahan bahkan air mata yang akan bercucuran kembali meskipun aku tahu bahwa kita hanya sebatas teman, mengapa, karena itulah mungkin yang terbaik untuk kita agara takkan ada yang saling bersakiti.
SEKIAN....!!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar