Selasa, 11 April 2017

TUHAN AKU HILAF..


Embun dipagi hari, membasahi serententan rumput yang mengharapkan kilau gemilan akankan sebuah harapan sang rumput liar tercapai, hidup dengan mengikuti arus waktu tanpa tahu bahwa dijejak sana banyak yang memandang keindahan, apakah kau tahu, sama seperti rumput liar, banyak yang ingin kupandang yang ingin kutahu dan yang ingin kuknjungi namun dayaku terbatas atas raga yang tak punya ingin. Andaikan rasaku sekuat inginku mungkin dapat kukendalikan asaku yang telah terlanjur bermimpi..
Yaaa... kuakui sejak awal kau adalah manusia terhebat dari rentetan pemuda, kau tahu mengapa aku mengatakan demikian, kau mampu menaklukkan hatiku yang sejak lama kupondasi dengan kokoh, kau mampu menerobos bentengan yang kuakui sejak lama berdiri dengan tiang komitmen, namun sejak mulai merasakan hal yang kusebut nyaman semakin aku berdiri semakin terlihat jelas bahkan ini bukanlah nyaman melainkan ambisi semata, ambisi serta egoismu yang ingin memiliki aku sendirian, saat mencoba berpaling kebelakang Kau tahu betapa kagetnya aku ternya langkah yang kurasa pelan telah membawa melangkah jauh hingga aku tak tahu bagaimana caranya kembali, disudut jalan aku duduk dan berfikir bahwa mungkin ini takdirku
Jiwaku lelah, rasaku hampa dan pikiran kosong saat semua tiba asaku tentang sebuah kisah, yaaaa kisah kitaa, kisa dimasa silam beberapa waktu lalu. Kau tahu tidak, andaikan aku dapat mengukur takdirku dangan rentetan jemariku maka akan kuukur pula dangkalnya hidupku yang begitu bahagia hingga menjadi bodoh karena mencintaimu hingga masih mencitaimu, namun apalah, takdirku dengan segenap yang aku miliki tak bisa mengukur semua itu karena itulah tak bisa pula kutahu bagaimana bodohnya daku, Haruskan kujelaskan jika diriku bukan pilihan dari setentetan wanita yang mencintaimu namun ketahuilah bahwa diriku adalah sebuah tujuan yang harus kau capai, namun sudahlah, waktu telah berlalu, kuakui aku merindukanmu namun bukan berarti kita harus bertemu, TIDAK,, kuakui kau memiliki tempat dihatiku namun kau sudah selesai dalam kisahku..

Goodbye my History to admit you’re beautiful,
but only in tis time,
I let you go because you dont my Destiny..


Tidak ada komentar:

Posting Komentar