Selasa, 16 September 2014

SAHABAT


Sahabat bukanka kamu yang mengajariki bagaimana cara menikmati hidup yang sebenarnya. Bukankah kamu yang sering mengatakan kalau hidup itu ibarat roda?
Bukankah sebuah hidup itu terus berjalan berjalan tanpa henti, namun aku aku kadang tak bisa melakukan semua itu, aku memiliki rasa, rasa yang bodoh, rasa yang yang mustahil aku simpan, namun aku akui aku tak mudah membangnya, seribu kalipu aku mencoba membuangnya dan belajar menukai apa yang ada sebanyak itupula aku gagal.
Sahabat apakah kamu ingat satu hal itu ? Perasaan cinta itu hanya segumpal perasaan dalam hati, perasaan sedih dan takut akan kehilangan. Tapi, kenapa ketika berbicara masalah cinta, yang berujung sakit hati?
Jawabannya, karena kita sangat mengistimewakan perasaan cinta itu, dan kita dibutahkan pula dengan perasaan yang kita miliki, kita pun selalu berfikir akan memiliki dia, tanpa kita berfikir kalau apa yang kita miliki suatu saat akan pergi.
Disaat gelap dan pebuh kesunyian bukankah saat itu kita ketakutan, mencoba meminta pertolongan namun tak satupun yang dapat menolong kita saat itulah kita belajar untu kuat, berani dan mandiri, begitulah yang namanya sebuah cinta, tak selamanya kita bersama, saling membantu, adakahalahnya kita harus benar-benar merelakan kepergianya.
Bukankah sebuah perasaan kecewa yang perna kamu alami sudah cukup menjadi pelajaran bagimu, tak usah ragu untuk melepaskan sesuatu yang akan melunturkan senyuman manismu, karena tahukah kamu dunia lebih membutuhkan senyummu dibandingkan dia yang tak perna mau tau perasaanmu
Mencobalah tersenyum untuk dunia yang telah engkau bingkai dengan mimpi-mimpimu…


Oke guys…!!! J

oleh : Dhyanti Hardianti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar